DO THE BEST BEFORE TO BECOME INSANE

Rabu, 11 Januari 2012

7 Selebriris/Tokoh yang tidak disukai

Sebuah penghargaan dibuat untuk memberikan apresiasi tinggi terhadap sumbangsihnya selama menjalankan propesinya. Namun hal tersebut menjadi sebuah kebalikannya bagi saya. Berikut adalah 7 nominasi selebriti/tokoh yang saya tidak sukai.
Syahrini si Jambul Katulistiwa
Jambul Katulistiwa. Dapat dari mana coba nama kayak gituan? Denger namanya aja dah mau ngebanting laptop, apa lagi liat orangnya. Najis banget hueeek. (sentimen) Sharini adalah nominasi wanita yang paling berpengaruh besar dalam kehidupanku. Dia adalah wanita pertama yang bikin aku muntah darah selama 1 minggu, insomnia selama 2 pekan dan mimpi buruk dikejar setan. Huuf...mengerikan. Setiap kali nongol ditipi, rasanya pingin kulempar remot jambulnya dari tempatku duduk. Huh...buru-buru dah pindah chanel. Males ngedengerin gaya lebaynya kalau ngomong. Sok ngartis dan sok jadi panutan (trancenter). Masa tiap kali diwawancarai, mesti keluar kata-kata “sesuatu” kalau engga “Alhamdullilah ya” Aaaaaarrrrggghhh...jadi pingin ngebanting beneran nih laptop. Apa waktu SD dia g pernah diajarin tata cara berbahasa Indonesia dengan baik dan benar ya? Mana Subjek dan mana Objek.
Mau ngomong seperti ini harus ada embel-embel “sesuatu”nya, mau ngejelasin yang itu ada rumbai-rumbai “Alhamdullilah ya”nya. Yang jelas gitu lho kalau ngomong (Jengkel). Jadi g usah pake gaya bahasa neka-neko kayak gituan. Kasian reporter jurnalisnya, harus berfikir dua kali untuk ngartiin maksud dari percakapan tersebut. Atau harus berfikir dua kali untuk mewawancarainya kembali.

Dewi Persik si Goyang Gergaji
Pinter engga, kaya engga, seksi engga, punya cowok engga, cantik juga engga. Terus kok bisa itu lho jadi artis? (ngiri). Penampilan super, duper dan bigger berlebihan membuat wanita berbadan keceng ala ikan teri ini berada pada posisi ke-dua pada nominasi 7 Artis Yang Saya Benci. Kenapa berlebihan? Ya dimanapun DP berada, selalu saja menampilkan apa yang ingin dia tonjolkan pada dirinya. Padahal apa yang ingin dia tonjolkan, menurutku engga ada sama sekali. Mau ngenonjolin keseksiannya? Masih kalah seksi sama Leah Dizon. Mau ngenonjolin goyang gergajinya? Masih kalah sama goyang maut Inul Daratista. Mau ngenojolin payudaranya? Masih kalah tonjol sama Julia Perez. Mau ngenonjolin suaranya? Masih kalah merdu sama Boy Girl Cheerybelle. Mau ngenonjolin kecantikannya? Hmm...ngaca yach...!!! (mencibir halus). Jadi, semua pada intinya adalah “engga”   
Nunun si Koruptor
Hidup udah enak, pekerjaan menjanjikan, suami polisi tapi masih aja korupsi. Kurang apa lagi sih coba? Semua udah ada. Andai saja kasus korupsi yang mencuat kepermukaan tidak di ekspose media, kamu g bakalan masuk nominasi ini. Ada 2 hal yang aku benci dari si nenek sok cantik ini. Satu. G usah berlebihan ataupun make over deh kalau kemana-mana. Mau tampil modis kayak anak ABG jaman sekarang? Atau hanya ingin pamer Jilbab bermerk dengan bandrol selangit? I think you still look like a b**ch ...(emosi). Dua. G usah pake alasan lupa deh kalau lagi ditanyain KPK, atau pura-pura sakit kalau mau diintrogasi. Pengecut. Alasan klasic para koruptor tau ngga..? saran untuk KPK : Suruh aja dia makan Mie Sedap biar kalau ditanya-tanya g bohong. Kalau masih g mempan, tarik aja jilbabnya terus jambak-jambak deh tuh rambutnya.


Trio Macan si tante-tante Girang
“Inget umur dung tante. Erotis tuh..erotis... dosa tau.”  Parah. Itu yang bisa aku gambarkan tentang mereka. Apa mereka g nayadar ya sama umur mereka? Udah tante-tante juga, gayanya udah kayak macan beneran. Ganas. Grrrrrrrrrrrrrrrhh... Berkarya untuk mencari rezki sih boleh aja, tapi liat-liat sikontolpanjang (situasi kondisi toleransi pandangan dan jangkauan). Hayoo...ngeres aja sih pikiran loe. Dengan umur yang sudah g muda lagi, dirubah dong gaya performs nya dipanggung. Jingkrak-jingkrak kegirangan ngga karuan dipanggung, mesti aja dicekal. Kok g sekalian aja julurin lidah waktu lagi jongkok-jongkok, entar biar kulemparin daging barbeque segede ban truck. G cuman gaya penampilan dipanggung, gaya berpakainnya tuh juga. Hii…g pantes banget tante-tante pake you can see loreng-loreng dengan rambut dan lipstick warna-warni dijalanan. Kita di Indonesia budhe, yang masih menjaga nilai-nilai kebudayaan dan sopan santun bermasyarakat. Jadi liat kondisi dan toleransi disekitarnya dung. Banyak anak kecil tuh pada melototin pahanya. Nah tuh…ada kakek-kakek juga tuh yang mulutnya lagi berbusa.

Briptu Norman si Polisi berkedok Penari India
Masih terlintas kah diingatan kita akan sosok Briptu Norman? Seorang Polisi yang tiba-tiba saja tenar dengan lagu Chaya chaya dan diunggah melalui situs You Tube ini mengutarakan keinginannya untuk berhenti dari kepolisian. Apa alasannya?     “Pingin jadi artis terkenal biar dapat banyak duit dan bisa cepat kaya” yuup…itu adalah jawaban dari saya. Seharusnya dia sadar dong dengan apa yang dia lakukan. Dia tenar seperti saat ini karena seragam yang dikenakan. Jangan cuman karena ditabook duit milyaran dari prudeser film dong, loyalitas dan tanggung jawab sebagai polisi dapat dibeli begitu saja. (mata duitan $_$) Alasan yang lain dia berhenti dari kepolisian karena tidak diberi kebebasan dalam menuangkan jiwa seninya. Kalau g boleh dituangkan, siram aja tuh air seni ke mulut komandan loe. Pentas nyanyi dan nari India waktu tujuhbelasan di acara kepolisian kan juga bisa. Baru tenar bentar aja udah sok ngartis. Sampe diamankan dengan Barakuda segala. Bieh..jijay ngeliatnya. So, masih ingatkah kita dengan dia? Saya harap semoga tidak. 

Pinkan Mambo si Mulut Koi
Sudah lama tak terdengar kabar beritanya (semoga saja tidak ada kabar), wanita yang terkenal dengan fashionnya yang ngejreeeng ini masuk dalam nominasi wanita ke 7 paling tidak disukai. Penilaian yang saya lakuakan berdasarkan physically. Mulutnya itu lho…gede betul kalau nyanyi. Kata si om Amax mantan mafia mesum di Trotoar House dulu, mulut dengan diameter 5cm seperti itu bisa memasukan “dua burung sekaligus kedalam sangkar”. Coba deh liat kalau dia nyanyi, ketika dia memulai nada yang sedikit rendah, mulutnya akan terlihat seperti mangap. Padahal itu bukan mangap, itu masih senyam-senyum kecil kyak gini ^_^ . Sedangkan kalau udah mangap atau lagi nguap, mungkin seisi gedung pertunjukan teather bisa ditelan sama dia.   

Pocong si Hantu Bungkus
Maaf...untuk nominasi ini saya tidak sempat mengambil gambar fotonya, dikarenakan kesibukan yang padat. Harap dimaklumi. (hiii...) Dan nominasi terakhir adalah saudara Pocong. Jujur saya iri dengan si pocong. Di Indonesia dengan total jumlah penduduk hampir 200 juta jiwa, apa g ada sih artis muda pendatang baru yang bisa menghiasi industri perfilman? Bosen tau ngga tiap kali kebioskop, pamflet yang ditempel mesti wajah si Pocong. Bulan depan kebioskop lagi, eh pocongnya dah diganti dengan pocong yang lain. Apa g ada yang lain itu lho...buat film yang kreatif, inovatif, edukatif, selektif, dedukatif, propokatif, tif, tif, tif, dan tif gtu lho. Monoton banget. 

Nominasi ini saya buat dengan seleksi pemilihan yang jujur dan adil. Adapun kesalahan maupun kekeliruan sumber berita yang didengar, semua itu terserah saya karena itu persepsi saya. “Suka suka gue dung” kata anak-anak Gaul. 
Jika ada artis yang tidak terpilih dalam nominasi ini, anda patut senang.

0 komentar:

Posting Komentar