DO THE BEST BEFORE TO BECOME INSANE

Jumat, 27 Agustus 2010

Kawah Ijen




Kawah Ijen adalah sebuah danau yang berada di puncak Gunung Ijen, Jawa Timur. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, yaitu taman nasional yang terletak di kabupaten banyuwangi. Banyak orang yang mengatakan bahwa kawah ijen terletak di kabupaten Bondowoso. Tetapi menurut keterangan bapak imam khusyari yang tinggal disana, kawah ijen masih masuk dalam kabupaten Banyuwangi. Hanya saja secara administratif kawah ijen terletak dalam dua kabupaten,yaitu kabupaten bondowoso dan banyuwangi, Jawa Timur.

Gunung kawah ijen yang memiliki ketinggian sekitar 2.443 meter di atas permukaan air laut dan masih aktif ini, pernah meletus beberapa kali sehingga membentuk sebuah danau hijau tosca dan kawah yang sangat besar dengan dinding kaldera terbesar di Indonesia. Danau Ijen dengan derajat keasaman nol, memiliki kedalaman 200 meter dan volume hampir 40 juta meter kubik, salah satu danau kawah terbesar didunia.
Selain keindahan alamnya yang menarik wisatawan domestik maupun asing, terdapat keunikan di lereng kawah ijen. Yaitu adalah kegiatan penambangan belerang tradisional yang diangkut dengan cara dipikul oleh tenaga manusia. Beban yang diangkut tiap orangnya biasanya mencapai 70 s/d 80 kg dan berjalan sejauh 3km ke kaki gunung. Penghasilan yang diterima seorang pemikul rata-rata Rp 45.000 per harinya, atau sekitar Rp 600 per kilonya. Seorang pemikul paling banyak hanya mampu membawa turun dua kali setiap harinya. Kurang lebih 2 km sebelum puncak Ijen terdapat rumah kayu (Pos Bunder) yang menjadi tempat peristirahatan penambang. Di pos Bunder ini juga mereka berhenti untuk menimbang berat belerang. Belerang belerang ini nanti akan diolah di tempat pengolahan menjadi biji belerang, dan langsung akan dikirim ke tempat penjualan.

By : F7x.nb

Peranan Arsitektur peninggalan colonial bagi sejarah

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.”

Terdapat 4 unsur dalam pembentukan sejarah. Manusia, waktu, peristiwa, dan tempat. Dalam ke empat unsur tadi membentuk sebuah informasi yang berkesinambungan untuk keberlanjutan sebuah sejarah.  Seperti yang kita tau, kita tidak akan dapat mengetahui peristiwa apa saja yang terjadi apabila kita tidak dapat berjumpa dengan orang yang telah mengalami peristiwa tersebut. Dalam hal ini manusia tidak selamanya akan hidup, begitu pula peristiwa dan waktu yang hanya sekali terjadi dan tak akan berputar kembali. Hanya tempat yang bertahan menjadi saksi bagi sejarah. Hanya tempat yang tetap tinggal dan dijadikan wadah persinggahan waktu.
Arsitektur hadir sebagai bagian dari tempat, sebagai salah satu unsur pembentuk sejarah. Arsitektur merupakan penanda dan informasi yang memberikan identitas bagi sebuah tempat. Ia lantas memiliki peran yang signifikan bagi keberlanjutan sejarah dalam memori generasi berikutnya.
Bangsa ini tampaknya makin kehilangan penghargaannya terhadap arti sejarah. Sebagai contoh, kota malang yang kita kenal dengan banyak peninggalan-peninggalan bangunan bersejarahnya kini berubah menjadi bangunan-bangunan megah demi sebuah factor ekonomi dan bisnis dengan mengorbankan factor kesejarahan.  Namun kita masih dapat melihat beberapa bangunan peninggalan sejarah yang masih utuh meskipun dengan kondisi yang apa adanya dan kurang terawat.
 
Diakui atau tidak, masa kolonial Belanda sedikit banyak telah memberi pengaruh positif dalam perkembangan arsitektur kota ini. Jejak-jejak arsitektur kolonial terasa lebih banyak memberikan warna yang khas bagi kota Malang hingga saat ini. Karakteristiknya yang kuat menjadikan arsitektur kolonial sebagai simbol yang sangat dikenal. Kekuatan karakteristik yang ditampilkan oleh obyek-obyek arsitektur kolonial itu memang telah benar-benar mempercantik wajah kota kita. Kenyataan ini mestinya dapat menggugah usaha kita untuk tetap mempertahankannya. Jika tidak, mungkin inilah saatnya membuktikan kebenaran pepatah yang mengatakan bahwa sesuatu yang benar-benar indah akan dapat bertahan dengan sendirinya.