DO THE BEST BEFORE TO BECOME INSANE

Senin, 04 April 2011

HUNTING BARENG 31 MARET 2011 STASIUN KOTA LAMA MALANG

Smile.....!!! Stasiun Kota Lama Malang

Ini adalah foto dokumentasi narsis temen temen ketika sedang hunting di stasiun kota lama Malang.


Foto anak yang dari kiri itu namanya Hajir, dia mantan ketua umum G-Phoc priode 2006 yang terbilang anak paling gimana gtu.... Gimana apanya...? Ya gimana ya...g bisa diungkapkan dengan tulisan sih. Dulu dia adalah mantan ketua umumku ketika aku masih jadi anggota, tapi sekarang....dia adalah assistent pribadiku . Ha...ha..ha...maksudnya assisten sharring Photography dan Organisasi bareng.


Dan foto anak yang nomer dua itu adalah Denis. Biasa dia ku panggil DENISAURUS... Kenapa...? Ehm... iseng aja sih sebenernya... Dia adalah anggota muda G-Phoc priode 2011 yang menurutku paling menonjol agresif, berbahaya, lucu, unik dan konyol dengan semua tindakannya. Sekejap saja mata kita lepas memantaunya, BOOOOM....akan bisa membuat jantung kalian keluar berantakan karena ledakannya. Hal yang paling ingin kulihat dari dia adalah MENANGIS. Kenapa...? cuman heran aja...anak yang kesehariannya kocak, lucu, penuh senyum dan menjengkelkan ternyata anak cengeng.


Sedangkan anak berparas tembem disebalanya adalah Syifa, dia juga anggota muda G-Phoc priode 2011 yang tak lain adalah sahabat dekatnya Denis. Penuh semangat, pantang menyerah, cukup smart, bijak dan berwawasan luas, tetapi dia juga sama liarnya dengan si Denis. GODZILA...nama yang cukup cocok untuk menunjukan betapa berbahayanya dia. Anak ini juga harus kalian waspadai, karena sekali kamu dicengkram oleh tangannya, sedikit kemungkinan untuk lepas seperti lem altecho. Hal yang paling kugemesin dari dia adalah pipinya yang mirip bakpau. Serasa ingin kugigit saja pipinya yang tembem itu kalau melihatnya .

Lalu cowok berhem merah adalah Yudo atau biasa dipanggil Kiply. Dia satu angkatan dengan aku, satu generasi kemunduran menuju kehancuran, satu suara sejuta kebodohan, satu rasa satu semangat...UNO MILD. Ha..ha..ha... Dia cukup ulet dalam Photography Still Life ketimbang aku yang udah g betah berlama lama didalam ruangan gelap dengan sorot lampu.

Cukup menyenangkan sebenarnya hunting waktu itu, tetapi senang yang sedang menggebu-gebu itu tiba-tiba saja sirna diterjang kelakuan dua PREDATOR berbahaya. Dengan kenekatan yang setinggi gunung, mereka pun berulah kembali yang sempat membuat jantungku berhenti beberapa detik. Seperti yang kukatakan tadi, sekejap saja mata lepas memantau mereka, fatal akibatnya. Awalnya sih kita ingin motret dari atas jembatan layang, berhubung jembatan layangnya tidak dikhususkan untuk pejalan kaki, kita pun beranjak kembali berbalik arah. Karena rasa penasaran yang berkecambuk dipikiranku untuk ingin memotret , aku pun mencoba untuk menyebarang menuju tengah trotoar agar bisa kuambil gambar dengan komposisi yang berbeda. "Weeeerrr...tiiiiiiin....tiiiiiiiin...." suara lalu lalang dan klakson kendaraan besar menyerangku secara frontal dari arah depan dan belakang . Tiba-tiba saja rasa penasaran yang terbakar tadi padam seketika oleh suara keras kelakson truk yang cukup membuat bulu kuduku berdiri. Rasa takut yang luar biasa pun datang, pijakan kaki yang tadinya kokoh, langsung meleleh seperti sedotan dibakar. Akhirnya kupercepat pemotretan dan segera kembali meyebrang menuju pinggiran. Setibanya dipinggiran, eh...kok malah Denisaurus dan Godzila ikut-ikutan motret ditempat yang mencekamkan itu tadi. Dengan penuh tanpa rasa takut, mereka pun berdiri ditengah tengah trotoar dan mulai memotret. "Ni anak kok g punya rasa takut ya...? Takutnya apa ketinggalan dikamar kost-kostan ya...?" gumamku di ujung jalan sambil mengatur nafas yang mulai sesak. Nafas yang mulai membaik kembali terasa sesak tersumbat tindakan mereka. Mereka masih sempat sempatnya duduk di tengah-tengah trotoar / pembatas dengan kaki kebawah sambil minta difotoin. "ARRRRRRRRRGGGGGGGHHHHHHHHHHHH....." jeritku dalam hati sembari memandang Kiply yang mungkin juga merasakan hal yang sama seperti aku.