DO THE BEST BEFORE TO BECOME INSANE

Senin, 17 Oktober 2011

Nasionalisme Rock n Roll

Indonesia, Pancasila dan segala warisan pendiri bangsa ini layaknya musik. Hidup dan berdenyut! Kita darahnya, senantiasa mengalir harmoni dan abadi di dalam jiwa. 

Akhir-akhir ini negrera kita seakan sedang mengalami kemunduran yang berdampak pada hilangnya sikap nasionalisme secara perlahan. Khususnya pada sebagian kaum remaja, dimana kaum yang mana seharusnya dapat mendongkrak negarinya menuju kesejahteraan dengan spirit fighter nya. Rasa nasionalsme tersebut mungkin akan hanya kita jumpai ketika kita merasa terancam eksistensinya. Ambil contoh ketika banyak kebudayaan yang kita miliki di klaim oleh Negara tetangga. Berbondong-bondong mereka berteriak lantang meyuarakan nasionalsme. Sementara itu, kita terkesan melupakan hal-hal internal yang jika dicermati hal tersebut ternyata penting dalam rangka mengisi kemerdekaan sebagai bentuk menjaga api nasionalisme. 

Bicara nasionalsme sebagai pemuda, sepertinya ada yang harus dipahami. Bagaimana perwujudan nasionalisme pemuda bangsa kita saat ini?, atau masihkah kita memiliki rasa nasionalsme itu? 

Minggu, 09 Oktober 2011

Keseimbangan

Baru saja saya melihat seorang anak kecil yang terjatuh karena melaju dengan sepeda barunya. Karena tak dapat mengendalikan keseimbangnyya dengan sepeda, ia pun terjatuh dan kembali berdiri dan bangkit kembali. Selip terlintas sejenak dipikira saya, andai saja dunia tau betapa membutuhkannya manusia akan sebuah keseimbangan dalam hidup, mungkin kita tidak akan terjatuh.

Jika mendengar kata seimbang, mungkin pada umumnya yang terlintas dalam pikiran kita adalah dua hal atau keadaan yang sama kuat posisinya. Keseimbangan dalam penjelasan yang lebih sempit, seperti halnya mebicarakan keadilan.

Keseimbangan sangat diperlukan agar semua unsur yang ada dalam proses tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri, sebaliknya justru harus bisa menjadi suatu kesatuan yang saling mengisi menjadikan kita sebagai manusia yang seutuhnya. Sama halnya dengan anak kecil bersepeda tadi, dia butuh dua roda penopang  agar dapat berjalan stabil.
Berbicara segala hal termasuk keseimbangan, maka semuanya haruslah dimulai dari diri kita sendiri sebelum dapat menginjak dan meningkat pada lingkungan yang lebih luas. Karena proses keseimbangan yang lebih luas otomatis terbentuk secara alamiah jika bermodalkan keseimbangan dari dalam masing-masing individu yang ada. 

Rabu, 05 Oktober 2011

TODAY IS ZERO

Pukul 06.51 (kost)
Bergegas kekampus lebih cepat
Jadi yang paling hebat
Penuh semangat
dan jangan terlambat.

The first thing on fuckin mind. Akan sia-sia tugas semalam bila tak dikumpul hanya karena rasa ngantuk.

Pukul 07. 00 (kampus)
Nampak dari kejauhan suasana teras loby kampus begitu lenggang tak terhirup tanda-tanda kehidupan. Bak sebuah pemakaman bertema Ghotic yang penuh misteri. Hanya nampak si M duduk berpose layaknya model hip international. Wajar saja terlihat sepi, masih terlalu pagi bagi kampus ini untuk kembali hidup. Sepertinya aku orang nomer dua yang datang lebih awal kali ini setelah si M yang telah tiba terlebih dahulu. #batinku#

Say hello...sapaan selamat pagi untuk si M. Percakapan ringan membuka lembaran hari ini. Modal kumus kumus kekampus. I DON’T CARE.  

M: “Hello F...Kuliah apa?” M menyapaku dan langsung melontarkan sebuah
      pertanyaan (masih dalam pose yang cukup Cool)
F: “Halloo...” jawabku dengan intonasi yang sedikit lebih tegas dan segar. Menutupi
     wajah yang masih kusut karena belum mandi. (G sempat karena harus beranjak
     kewarnet terlebih dahulu untuk ngeprint).
F:  “Kuliah Linguistic Seminar. Kamu?”
M: “Ouw...Sama! Tapi kayaknya kosong, Ibu T lagi masuk Rumah Sakit” Tegasnya.
F: “???!@#$%^” Semangatku seketika menciut seperti Handphone Samsungku yang tiba- tiba Low Bad. Seakan didepanku ada setan bertanduk tersenyum dan sedang melambai-lambaikan tangannya kearahku. “Fuck You...” (mengacungkan jari tengah)

Tidak hanya itu, ternyata ditangga pengajaran sudah ada anak-anak yang terlebih dahulu dating. Shit...aku kalah. Ya sudahlah...apa boleh buat. Pada akhirnya statusku di facebook pagi tadi benar-benar tidak terjadi hari ini. http://www.facebook.com/fivbri/posts/1958948544139?ref=notif&notif_t=feed_comment

Next lesson is Semantics at 08.40. Sembari menanti kuliah selanjutnya, minum segelas kopi dikantin mungkin dapat meredam emosi dan rasa ngantuk. (benar-benar ngantuk tinggat tinggi). Ingin rasanya berbaring dan ngorok terlelap keluhku.

“No...ini kampus bukan hotel. Jangan samakan seperti Gedung DPR yang jadi tempat dan sarang para tikus-tikus berdasi tidur.” Malaikat cantik berorasi  ^_^

 08.40 (Kampus)
Hiruk pikuk kehidupan kampus sudah mulai terasa. Keringat dikening sudah mulai terusap oleh nyelonongnya dosen yang ditunggu pak W kepengajaran. Hmm...Good.
Si WL yang selesai menikmati bakso dipinggir pagar langsung kusuruh untuk menghampiri Pak W, sekedar untuk mengingatkan beliau kalau ada jam kuliah hari ini.

W: “Semantics diundur jam 10.20 mas, sekarang waktunya bahasa Jepang. Soalnya ada yang crease”
F: “???!@#$%^”  Emosi yang tadinya telah menghangat oleh segelas kopi, kembali tiba-tiba mendidih.

Seperti magma gunung merapi yang ingin memuntahkan lahar panasnya. “Glembung...glembung...glembung...” begitu bunyinya.
Bagaikan Bom yang tak sabar meledakan dan menjatuhkan targetnya. “BOOOOM” begitu bunyinya.

Setanpun kembali dengan wajah riangnya.
Diapun tersenyum lebay dihadapanku sembari membawa piala. Ia pun berkata:

S: “Peace, Love and Gaul” Dengan meniru gaya Dwi Andika di acara Planet Remaja. 
F: “Andai aku Demon King (tokoh animasi malaikat pencabut nyawa dalam sebuah Komik Jepang) sudah ku tampar tampar wajahmu tan (setan) ”

Ya sudahlah...apa boleh buat. Mungkin kembali ke kostan lebih baik. Ada waktu untuk mandi, sarapan dan istirahat sejenak.

09.30 (kost)
“Kesana kemari membawa alamat, Tapi yang kutemui bukan dirimu, Hoo sayang yang kuterima Alamat Palsu. Dimana…dimana…oh dimana…? ” Ayu Ting Ting menari dan bernyanyi dikamar. Sound 100ribuan menggelegar keras meriuhkan suasana. Asik...sawerannya bang...!!!

09.11 (kost)
Dering ringtone SMS berbunyi.
Pesan singkat dari nomer 08563587xxx yang berbunyi “Masuk, Semantics!!!”.
Waktu itu, Point of Interest ku bukan tertuju pada isi pesan, melainkan nomernya.

“Nih nomer kyaknya gue kenal deh...!!!” gumam penasaran.
“ouw...ni nomer Stranger yang SMS tengah malem semalem” yakin 100%
Saking yakinnya dapat menebak dan semppat berimajinasi bakalan menang kalau ikutan kuis Who is This Stranger, SMS yang dia kirim pun sampai terabaikan.

10.30 (kost)
Penampilan sudah cakep.
Baju udah bersih
Parfum udah wangi.
Semangat pun balik lagi
Scoot emolltion...
Kutumbuh besar....

Sengaja datang telat, paling dosen sama muridya juga pada masih nongrok.
“Wush….wush…wush…” semilir angin berhembus menerbangkan lembutnya debu ditanah. Dan aku pun berjalan ditengah-tengah ombak dedaunan yang menari. (bergaya ala Arnold Scwehstegger dalam filmnya Terminator 2)
Jreeeng…

10. 45 (kampus)

Trala la la laa...
Tri li li li liii....
Aku kuliah lagi...

Tra la la laa...
Tra li li lii...
Aku ketipu lagi...
(nyanyi lagu Cikita Medy)


H : “Kuliah apa bro..?” langsung menyergapku dengan pertanyaan.
F: “Semantics” (tersenyum optimis)

H: “Udah selesai tadi”
F: “Masa sih? Bukanya jam 10.20?” (Heran)

H: “Jam 09.20 tadi.”
F: “ahh yang bener...?” (G percaya)

H: “Iya beneran”
F: “Ah…Kamu Bohong” (Penasaran)

H: “Coba liat nih...” ia menyodorkan buku catatan kuliahnya. Dan tertulis dipojok atas buku catatanya “05.10.2011 semantics”

F: “????!@#$%^JAN*OK!!@!#@%^&^((%$%%” 
F: “Thanks ya infonya...”

Terdiam...
Hanya bisa diam...
Dingin menyerang...
Kesekujur tubuhku...
(Ada Band mengirngi langkahku pulang)

11.24 (jalan)
 Dering SMS dari HP kembali berbunyi.
Dari si W. Mengirim pesan yang berbunyi :
“Masuk... sekarang, di SAC.”
05/10/2011 – 09. 28

“gleeeekk…”
(sejenak menelan ludah)
F: “JAN*OK...” Marah karena ternyata SMS nya telat masuk.
Dan ternyata ni Hp suka bikin High Problem lagi sama aku.
Mau dimusiumkan kayaknya.  
Marah dan Emosi lebih baik dari pada harus menyerah dan putus asa.

12.00 (Kost)
F: “Haloo...Hp mu jadi dijual g?
A: “Iya Boy...Kenapa?”
F: “Sini aku beli. GPL”
A: “OK. Entar sore aku kesana”

“Tuut..tuut...tuut...Bruaaaak...”
Begitu bunyinya kalau suara Hp dibanting.
Hp pun pecah berantakan dilantai.
Dan aku pun tak merasakan sebuah kehilangan sedikitpun
Kan yang kubanting Hp temen ku :p

Yuup…I need new phone.
Lumayan pake duit hasil jualan Chip Zynga Poker

14.03 (kost)
Hari ini Nol. Ya sudahlah…Akan ada bahagia usai duka. Don’t be despair. 
Sekarang saya mau TIDUR. Jadi, jangan ganggu saya. 

.Terkadang jatuh itu memang menyakitkan meskipun lukanya masih membekas, tetapi disetiap goresan luka yang membekas ada pembelajaran untuk kembali bangkit berdiri. Try again. Ada jiwa pemenang dalam diri kita. Fiv Jerk (2011:10)


Sabtu, 01 Oktober 2011

I AM NOT PHOTOGRAPHER


Since the first I've been very pleased with the world of photography. When our family was on vacation, I never forget to bring a camera. I love photographing landscapes. First, to see the results of the picture, I have to print it and take a lot of cost. But now, everything is all-digital and efficient.

I began to explore the world of photography since entering a college. I followed one extra curricular campus organizations that teach photography. Here I get a lot more knowledge about world of photography.

Photography is a very expensive hobby. So, do not be surprised if all the equipment and other accessories worth millions of rupiah. I love everything about art in photography. Art is so broad to be explained. Art can convey human feeling or expression. For me the art of photography has a charm that was incredible.

I do not even think to become a photographer. All this because it's just a pleasure and hobby for knowing what it is photography. Photographer ? Hmm ... It’s so cool. Maybe I will think again to be a rival Darwis Triadi.