DO THE BEST BEFORE TO BECOME INSANE

Rabu, 30 Mei 2012

(i) pada Pelangi


Dipenghujung musim semi,
kutertatih merangkai mimpi.
Ia yang telah lama kunanti,
pudarkan hati yang terhenti.

Sesal sudah tak lagi berarti,
berharap ia datang tuk kembali.
Kulukis warnanya dalam imaji,
kutulis namanya pada puisi.

Jiwa terbangun mengusik sunyi,
kubuka jendela menyambut pagi.
Kulihat mentari tak menyinari,
pada hati bertautkan mimpi.

Angin berhembus riuhkan padi,
cairkan diri meringkuk sepi.
Ada pertanda yang penuh arti,
pada isyarat yang ia beri.

Bel sekolah telah bebunyi,
ku berlari dan bernyanyi.
Seakan acuh tak mengerti,
pada hari yang terlewati.

Hujan turun basuhi bumi,
kuterpa semua seakan nikmati
Kupercepat langkahkan kaki,
menuju tempat tiada bertepi.

Kuberdiri menanti sendiri,
memenuhi rona yang dicintai.
Kuberharap dapat pandangi,
mega indahnya sekali lagi.

Bias cahayanya mewarnai,
pancarkan pesona dilangit duniawi.
Ingin rasanya kumemiliki,
setiap warnanya yang penuh arti.