DO THE BEST BEFORE TO BECOME INSANE

Senin, 21 Januari 2013

Manusia dan Alam


Akhir pekan ini, banyak diberitakan oleh media mengenai banjir yang menimpa ibukota Jakarta. Hampir seluruh ruas jalan digenangi oleh air, rumah-rumah tenggelam, lokomotif Negara seakan mati total. Musibah tahunan tersebut merendam sebagian aktifitas masyarakat metropolitan. Dan tak heran isu tentang pemindahan ibukota pun sontak mencuat seiring bencana ini. Coba bayangkan apa jadinya jika kelumpuhan ibukota sebagai motor penggerak akan berakibat pada kehidupan negeri ini. Directly I’m thinking the movie of “Die Hard 4”.

Siapa yang menyangka air yang pada masa kemarau dikeluhkan kehadiranya, kini telah menjadi petaka. Prihatin sebenanya melihat kondisi yang terjadi. Rumah-rumah tenggelam, banyak korban berjatuhan, tinggal dipengungsian kedinginan, dan kondisi diluar normal sebelumnya.  Who should be blamed for this disaster? Are the president, owner of building, mayor or us (the people it selves)? Yang terjadi semakin menimbulkan banyak polemik dan tanya. Masalah yang ada seyogyanya diusut dari hulu sampai kehilir untuk menemukan permasalahan yang sebenarnya. Dalam satu realitas terdapat banyak ribuan sebab-akibat.


Sabtu, 05 Januari 2013

Miss You and Say Goodbye

"Kita tak perlu saling meninggalkan. sebab dalam dekapan pun, sayang, aku masih bisa merasakan kehilangan." 

Perpisahan bukan akhir dari segalanya. Sebuah ungkapan yang sering terdegar namun mengiris telinga. Dibalik rasa rindu yang terlumat waktu, kutemukan kamu dalam hatiku. Disanalah KAMU berdiam...tertanam cinta yang telah menyatu dan tumbuh berkembang dalam kelopak kerinduan. 

Nb: I will never forget all the time we have pass in this place. The joy and suffer always be memorial on the wall of the sweet home. When I get back, I still look the shadow of the happiness. Miss you (my bed sitting room) and Say Goodbye (Trotoar House 384B)